Pencarian

Kanim Polewali Mandar Edukasi 1.000 Pelajar MAN 1 Majene soal Paspor hingga Peluang Karier Poltekimipas

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
Kanim Polewali Mandar Edukasi 1.000 Pelajar MAN 1 Majene soal Paspor hingga Peluang Karier Poltekimipas
Kanim Polewali Mandar menggelar edukasi keimigrasian bagi 1.000 pelajar MAN 1 Majene.

MAJENE — Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Polewali Mandar, Hendra Saputra, menyebut urusan keimigrasian bukan sekadar pengurusan paspor. Menurutnya, layanan itu menyangkut kedaulatan negara dan perlindungan masyarakat. Karena itu, pemahaman soal aturan keimigrasian perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

Kegiatan di MAN 1 Majene berlangsung interaktif. Siswa dan guru diberi ruang bertanya langsung soal pelayanan paspor, aturan perjalanan ke luar negeri, hingga proses penerimaan taruna Poltekimipas.

Layanan Keimigrasian Kini Berbasis Teknologi

Dalam sesi pemaparan, tim Kanim Polewali Mandar menjelaskan sejumlah layanan yang bisa diakses masyarakat. Mulai dari pelayanan paspor hingga fasilitas pendukung yang terus dikembangkan agar mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.

Hendra menegaskan layanan keimigrasian kini semakin mudah diakses dan berbasis teknologi. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa urusan keimigrasian tidak hanya soal paspor, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara dan perlindungan masyarakat," kata Hendra.

Para siswa juga diajari cara menjaga dokumen perjalanan dengan baik. Materi ini menyasar pelajar yang berencana melanjutkan pendidikan, mengikuti pertukaran pelajar, berwisata, atau melakukan perjalanan internasional lainnya.

Poltekimipas Jadi Jalur Pendidikan Kedinasan yang Diperkenalkan

Tim Imigrasi Polewali Mandar memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Pengenalan ini mendapat perhatian siswa yang ingin tahu lebih jauh soal proses penerimaan, kehidupan taruna, dan peluang karier setelah lulus.

Informasi tersebut membuka wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan dan profesi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Sejumlah pertanyaan mengalir dari siswa dan guru, terutama soal pelayanan paspor dan aturan perjalanan ke luar negeri.

Kepala MAN 1 Majene: Siswa Diharapkan Jadi Agen Informasi

Kepala MAN 1 Majene, Yusbar, berharap para siswa menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh di kelas bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat.

"Edukasi keimigrasian kepada pelajar sangat penting karena generasi muda merupakan bagian dari masyarakat yang akan berinteraksi langsung dengan perkembangan teknologi, mobilitas internasional, serta berbagai peluang pendidikan maupun pekerjaan di luar negeri," ujar Yusbar.

Pihak madrasah mengapresiasi kegiatan ini. Yusbar berharap siswa mengikuti seluruh sesi dengan baik dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

Langkah Preventif Cegah Informasi Keliru dan Layanan Tidak Resmi

Edukasi kepada generasi muda dinilai penting sebagai langkah preventif. Tujuannya agar masyarakat memiliki pengetahuan benar soal aturan keimigrasian dan terhindar dari informasi keliru maupun praktik layanan tidak resmi.

Kehadiran Imigrasi di sekolah memperkuat hubungan antara institusi pemerintah dengan generasi muda. Lewat semangat "Imigrasi untuk Rakyat", Kanim Polewali Mandar berkomitmen terus hadir memberikan pelayanan, edukasi, dan informasi keimigrasian kepada masyarakat.

Follow www.radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mandarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks