MAMUJU — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat Darwis Damir membuka sesi pemberian materi wawasan kebangsaan bagi kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra. Kegiatan berlangsung di Gedung Asrama Haji Mamuju, diikuti 42 peserta Intermediate Training Latihan Kader II Tingkat Nasional HMI Cabang Manakarra periode 2026–2027.
Materi yang dibawakan bertema "Peran Kader HMI dan KOHATI dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan, Demokrasi dan Ketahanan Sosial." Darwis menyoroti tiga hal sekaligus: pemahaman kebangsaan, dinamika demokrasi, dan cara membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Kapasitas Intelektual dan Integritas Jadi Kunci Kontribusi Kader
Menurut Darwis, kader HMI punya ruang luas untuk berkontribusi lewat penguatan kapasitas intelektual, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan sosial. Ia menilai tiga hal itu menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
Darwis juga menyoroti pentingnya sikap terbuka terhadap perbedaan pandangan di kalangan kader. Baginya, perbedaan gagasan bukan penghalang, melainkan bahan bakar untuk melahirkan pemikiran yang berguna bagi daerah.
"Perbedaan gagasan hendaknya tidak menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan pemikiran konstruktif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Sejalan dengan Pancadaya Pembangunan Sulbar
Penguatan wawasan dan karakter generasi muda dinilai sejalan dengan Pancadaya Pembangunan Sulawesi Barat yang diusung Gubernur Suhardi Duka. Darwis menyebut salah satu fokusnya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Latihan Kader II Tingkat Nasional ini sendiri menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan bagi kader HMI Cabang Manakarra. Selain wawasan kebangsaan, kegiatan itu menyasar peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kepedulian kader terhadap pembangunan daerah.