SULAWESI BARAT - Kondisi anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil tidak boleh disepelekan karena dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan janin, bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti keguguran atau perdarahan setelah melahirkan.
Kekurangan zat besi menjadi salah satu faktor utama pemicu anemia selama masa kehamilan. Oleh karena itu, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya zat besi merupakan langkah penting untuk mempertahankan kadar hemoglobin yang stabil.
Ciri-Ciri Ibu Hamil yang Mengalami Anemia
Beberapa gejala yang harus diwaspadai antara lain: tubuh cepat merasa lelah dan lemas walaupun tidak banyak melakukan aktivitas, sering merasa kedinginan tanpa penyebab yang jelas, napas terasa pendek atau sesak, sakit kepala atau sensasi berputar (vertigo), kulit tampak pucat, kering, atau rentan memar, denyut jantung terasa lebih cepat dari normal, sulit berkonsentrasi, dan nyeri di area dada.
Gejala lain yang mungkin timbul adalah rasa gatal di sejumlah bagian tubuh, perubahan pada indra pengecap, rambut yang mudah rontok, telinga berdenging, serta munculnya sariawan atau luka di sudut bibir.
Dikarenakan gejala awal anemia kerap tidak khas, pemeriksaan rutin termasuk tes darah lengkap sangat disarankan agar kadar hemoglobin tetap dapat dipantau dalam rentang normal.
Delapan Jenis Sayuran untuk Menambah Darah
Zat besi dibedakan menjadi dua kategori: heme (berasal dari produk hewani, penyerapannya lebih efisien) dan non-heme (berasal dari sayur dan buah, penyerapannya relatif lebih rendah namun tetap kaya akan vitamin, mineral, dan serat).
Bayam memiliki kandungan zat besi sekitar 6,4 mg per porsi, cocok diolah dengan cara ditumis bersama bawang putih atau dicampur dengan telur. Brokoli mengandung kurang lebih 1 mg zat besi per mangkuk dan dilengkapi vitamin C — meski aromanya terkadang mengganggu ibu hamil yang mengalami mual di pagi hari. Asparagus sangat baik dijadikan sup hangat, dengan tambahan biji wijen untuk menambah nilai gizi dan rasa yang lebih sedap. Kale mengandung zat besi, kalsium, serta vitamin C, dan juga berperan dalam mencegah sembelit serta memperkuat daya tahan tubuh. Pakchoy mampu menyumbang sekitar 1,8 mg zat besi per cangkir setelah dimasak, dan mudah diolah menjadi tumisan, hidangan kukus, atau sup.
Buah-Buahan Penambah Darah Selain Sayuran
Jus buah naga memiliki kandungan zat besi dan vitamin C yang bekerja bersama secara optimal, serta kaya antioksidan untuk menjaga stamina tubuh. Kurma kering merupakan sumber zat besi alami sekaligus penyedia energi dari fruktosa, sehingga cocok menjadi camilan penambah tenaga saat lelah. Jus apel dan delima — apel mengandung zat besi, vitamin, dan mineral yang melimpah, sedangkan delima kaya akan zat besi, kalsium, serat, dan protein yang mampu meningkatkan hemoglobin serta memperlancar sirkulasi darah.
Bit (beetroot) efektif untuk meningkatkan kadar Hb berkat kandungan zat besi, asam folat, kalium, dan serat — konsumsi jus bit setiap hari, bisa juga dicampur dengan perasan jeruk. Pisang menjadi sumber asam folat alami yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Jeruk menyediakan vitamin C yang berfungsi membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Stroberi kaya akan vitamin C sekaligus zat besi. Semangka memiliki sekitar 0,4 mg zat besi per porsi plus vitamin C. Kismis mengandung zat besi, vitamin B, dan tembaga yang tinggi — bisa direndam semalaman dan dikonsumsi keesokan paginya saat perut kosong agar penyerapan antioksidannya lebih optimal.
Aprikot kering dapat membantu meningkatkan Hb, dan konsumsi jus aprikot secara teratur bisa mengatasi masalah kekurangan darah. Zaitun menyediakan sekitar 3,3 mg zat besi dalam empat butir kecil, kandungannya juga kaya omega-3 dan vitamin A. Prune (plum kering) memiliki 3,02 mg zat besi dan 10,5 mg vitamin C per gelas jus, serta baik untuk melancarkan pencernaan. Anggur, terutama yang berwarna hitam, kaya akan zat besi, vitamin C, dan antioksidan yang membantu pembentukan hemoglobin.
Mengombinasikan beragam sayuran dan buah-buahan yang telah disebutkan dalam menu harian dapat membantu menjaga kadar hemoglobin, memberikan tambahan energi, serta mendukung tumbuh kembang janin selama masa kehamilan.