Potensi EBT Indonesia Capai 3.687 GW, Pemerintah Targetkan Bauran 21% pada 2026

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:36:01 WIB
Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan mencapai 3.687 GW dengan energi surya mendominasi 3.294 GW.

SULAWESI BARAT — Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan mencapai 3.687 gigawatt, dengan energi surya mendominasi hingga 3.294 GW. Pemerintah menargetkan porsi bauran EBT sebesar 18 persen hingga 21 persen pada 2026 guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, realisasi target tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan yang akan dibahas dalam Podcast Money Honey CNNIndonesia.com.

Data Kementerian ESDM menunjukkan total potensi EBT nasional tersebar di enam sumber utama. Energi surya menjadi yang terbesar dengan 3.294 GW, disusul tenaga air 95 GW, angin 155 GW, energi laut 63 GW, bioenergi 57 GW, dan panas bumi 24 GW.

Besarnya potensi tersebut belum sejalan dengan pemanfaatan riil di lapangan. Pemerintah menargetkan bauran EBT dalam bauran energi nasional mencapai 18 persen hingga 21 persen pada 2026, naik dari capaian saat ini yang masih didominasi energi fosil.

Enam Sumber Potensi EBT Indonesia

  • Energi surya: 3.294 GW
  • Tenaga angin: 155 GW
  • Tenaga air: 95 GW
  • Energi laut: 63 GW
  • Bioenergi: 57 GW
  • Panas bumi: 24 GW

Dominasi energi surya dalam peta potensi menunjukkan peluang besar pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah. Namun, intermitensi dan kebutuhan lahan menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan solusi teknis dan regulasi pendukung.

Hambatan Pengembangan EBT di Indonesia

Meski potensi melimpah, percepatan pengembangan EBT tidak berjalan mulus. Sejumlah faktor menjadi pemicu lambatnya realisasi, mulai dari aspek regulasi, pendanaan, hingga kesiapan infrastruktur jaringan transmisi.

Ketergantungan pada bahan bakar fosil masih kuat, terutama karena harga energi fosil yang disubsidi membuat EBT kurang kompetitif secara ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan investasi awal untuk proyek EBT relatif besar dan membutuhkan kepastian pengembalian dalam jangka panjang.

Aspek sosial dan lingkungan juga kerap menjadi hambatan, terutama pada proyek panas bumi dan tenaga air yang bersinggungan dengan masyarakat lokal serta kawasan konservasi.

Diskusi Podcast Money Honey CNNIndonesia.com

CNNIndonesia.com akan membahas persoalan tersebut secara lengkap dalam Podcast Money Honey bertajuk "METI, MASKEEI, Potensi-Tantangan Pengembangan Energi Baru Terbarukan RI". Podcast menghadirkan dua narasumber dari organisasi yang bergerak di sektor energi terbarukan.

Narasumber pertama adalah Ichsan, Ketua Bidang 5 Pengembangan UMKM dan Koperasi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Narasumber kedua adalah Andhika Prastawa, Ketua Umum Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI).

Diskusi akan dipandu oleh anchor CNN Indonesia TV, Rully Kurniawan. Podcast dijadwalkan tayang di YouTube CNN Indonesia dan live streaming CNNIndonesia pada Jumat (9/10) pukul 19.00 WIB.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor EBT

Bagi pelaku usaha di sektor energi terbarukan, kejelasan regulasi dan insentif fiskal menjadi kunci untuk mendorong investasi. Skema pendanaan hijau dan kemitraan dengan lembaga keuangan internasional menjadi alternatif yang banyak diminati pengembang proyek.

Investor yang memantau sektor ini perlu mencermati arah kebijakan pemerintah dalam

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top