SULAWESI BARAT — Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program Bahtera LiteraSEA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dengan mengajak pelajar mengenal dunia maritim secara interaktif. Kegiatan ini menjadi cara perusahaan pelayaran pelat merah mendekatkan literasi maritim ke generasi muda lewat pendekatan yang menyenangkan.
Paragraf pembuka: Program Bahtera LiteraSEA dirancang bukan sebagai seminar atau ceramah satu arah. Pelajar yang hadir diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang memperkenalkan dunia maritim, mulai dari pengetahuan dasar tentang pelayaran hingga peran industri maritim bagi perekonomian Indonesia. Pendekatan interaktif dipilih agar materi yang tergolong teknis bisa dicerna tanpa terasa membosankan.
Generasi muda dinilai punya peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor maritim nasional. Lewat pengenalan sejak dini, PIS berharap tumbuh ketertarikan terhadap profesi dan industri yang selama ini jarang tersentuh dalam kurikulum sekolah. Dunia maritim mencakup banyak bidang, dari navigasi, logistik, hingga energi, yang semuanya membutuhkan sumber daya manusia terampil.
Pemilihan Taman Ismail Marzuki sebagai lokasi juga memberi nilai tambah. Kawasan ini dikenal sebagai pusat kegiatan seni dan literasi di Jakarta, sehingga atmosfernya mendukung penyampaian materi yang menggabungkan edukasi dan hiburan.
Nama Bahtera LiteraSEA sendiri menggabungkan dua unsur: bahtera yang merujuk pada kapal, dan literasi yang menekankan pentingnya pengetahuan. Kombinasi ini mencerminkan tujuan program, yakni membangun pemahaman tentang maritim sekaligus menumbuhkan minat baca dan belajar di kalangan pelajar.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan tren perusahaan pelat merah yang kian aktif menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan. Sektor maritim, khususnya, kerap dianggap kurang terpapar ke publik meski kontribusinya besar terhadap perdagangan dan konektivitas antarwilayah Indonesia.
Pertamina International Shipping merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik energi. Perusahaan ini mengoperasikan armada tanker yang melayani distribusi minyak dan gas, termasuk untuk kebutuhan domestik maupun rute internasional. Kehadirannya menjadi bagian dari rantai pasok energi yang menopang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Melalui kegiatan seperti Bahtera LiteraSEA, PIS memperluas perannya dari sekadar operator pelayaran menjadi pihak yang turut membangun kesadaran publik terhadap sektor maritim. Langkah ini dinilai relevan mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah laut yang jauh lebih luas daripada daratan.
Penutup: Bahtera LiteraSEA menunjukkan bahwa pengenalan dunia maritim tidak harus dilakukan dengan cara formal dan kaku. Dengan menyasar pelajar lewat pendekatan interaktif, PIS menanam benih ketertarikan pada sektor yang menjadi tulang punggung konektivitas Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pelayaran yang peduli pada literasi generasi muda.