SULAWESI BARAT — Hasil benchmark lima Googlebook perdana dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo menunjukkan Qualcomm Snapdragon X Elite unggul sekitar 50 persen atas Intel Core Ultra 5 325 di pengujian multi-core. Kelima laptop ini sudah dites Tom's Guide lewat Geekbench 6, CrossMark, 3DMark Wild Life Extreme, dan uji baterai, dengan harga mulai 899 dolar AS sampai 1.299 dolar AS.
Tom's Guide menjalankan pengujian lab terhadap lima unit Googlebook yang berbeda: Acer Googlebook 14, Asus Googlebook 14, Dell XPS Googlebook 14, HP Googlebook 14, dan Lenovo Googlebook 15. Semuanya membawa konfigurasi awal 16GB RAM dan SSD 512GB, tapi ada satu pembeda besar di dapur pacu.
Acer, Asus, dan Lenovo memakai Intel Core Ultra 5 325 Panther Lake. Dell dan HP mengandalkan Qualcomm Snapdragon X Elite. Perbedaan chipset inilah yang jadi biang kerok selisih performa cukup lebar di sejumlah tes.
Di pengujian CPU Geekbench 6, tiga laptop Intel berjalan seimbang di single-core maupun multi-core. Dell XPS Googlebook 14 dan HP Googlebook 14 menyamai mereka di single-core, tapi melesat jauh di multi-core.
Selisih multi-core antara Snapdragon dan Intel mencapai sekitar 50 persen. Artinya, untuk beban kerja paralel seperti rendering atau kompilasi, versi Snapdragon jauh lebih gesit.
Sebagai pembanding, Dell XPS 13 dengan chip Panther Lake yang sama hanya mencetak 2.570 single-core dan 8.136 multi-core. Lenovo Chromebook Plus 14 Gen 10 dengan MediaTek Kompanio U910, 16GB RAM, dan SSD 256GB mencatat 2.461 single-core dan 7.628 multi-core.
MacBook Air M5 tetap raja di tes ini dengan 4.191 single-core dan 17.276 multi-core. Tapi Dell dan HP Googlebook tidak terlalu jauh tertinggal, bukti Snapdragon X Elite memang punya otot di platform Google ini.
CrossMark menguji tiga skenario: Productivity (edit dokumen dan spreadsheet, browsing), Creativity (edit foto, kelola foto, edit video), dan Responsiveness (buka aplikasi dan file).
Hasilnya menarik. Laptop Intel menang di produktivitas dan responsivitas, sementara versi Snapdragon lebih kencang di kreativitas. Skor overall keduanya sebenarnya berimbang.
Dell XPS 13 dan MacBook Air justru mencetak skor jauh lebih rendah di seluruh tes CrossMark dibanding kelima Googlebook ini.
Di benchmark GPU 3DMark Wild Life Extreme, Googlebook berchip Snapdragon X Elite mengalahkan versi Intel baik di skor overall maupun frame rate.
Catatan penting: bahkan Dell XPS Googlebook 14 yang terbaik di pengujian ini belum mampu menembus 60 fps. Untuk gaming serius, Googlebook belum jadi pilihan tepat.
MacBook Air M5 tetap mesin terbaik untuk gaming dengan 10.758 overall dan 64,4 fps. Dell XPS 13 dan Chromebook Plus 14 Gen 10 justru di bawah standar dengan 3.051/18,2 fps dan 5.033/30,1 fps.
Google mengklaim daya tahan Googlebook sekitar 14 jam. Tapi metode uji Google memakai kecerahan minimum 100 nits, Dark theme, dan Battery Saver aktif. Tom's Guide memakai uji berbeda dengan kecerahan 150 nits, Bluetooth dan lokasi mati, serta tema default.
Tidak ada satu pun yang mendekati klaim 14 sampai 16 jam. Asus Googlebook 14 paling parah, hanya bertahan 6,5 jam. HP Googlebook 14 jadi juara dengan hampir 12 jam.
Sebagai pembanding, Dell XPS 13 bertahan 14 jam 57 menit, MacBook Air M5 15 jam 37 menit, dan Chromebook Plus 14 Gen 10 selama 13 jam 19 menit.
Ada beberapa catatan. Tom's Guide baru menjalankan satu kali uji baterai dari biasanya tiga kali. Pengujian juga dilakukan dengan layar 120Hz yang aktif secara default, dan semua unit Googlebook yang dites memakai panel OLED yang lebih boros daya.
Dari data benchmark, Snapdragon X Elite tampak lebih pas untuk platform Googlebook ketimbang Intel Panther Lake. Selisih 50 persen di multi-core dan keunggulan GPU cukup signifikan untuk penggunaan harian maupun beban kreatif.
Kalau Anda pengguna Android yang ingin laptop dengan integrasi mulus ke ponsel, Googlebook masuk akal. Tom's Guide merekomendasikan Dell XPS Googlebook 14 dan HP Googlebook 14 berchip Snapdragon X Elite sebagai pilihan utama.
Tapi baterai tetap jadi kekhawatiran terbesar. Di era laptop yang bisa bertahan lebih dari 20 jam, capaian 10 sampai 12 jam terasa biasa saja. Tunggu hasil uji lengkap dan pengujian baterai tiga kali sebelum memutuskan.