DTPHP Sulbar Susun Kalender Tanam Terpadu Antisipasi Kekeringan, Libatkan 6 Kabupaten

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01:00 WIB
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Sulbar Masnawi Malik menyampaikan penyesuaian jadwal tanam dalam rapat koordinasi kalender tanam terpadu.

MAMUJU — Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Sulawesi Barat, Masnawi Malik, menyatakan penyesuaian jadwal tanam tidak bisa ditunda lagi karena kemarau mengancam ketersediaan air di sejumlah daerah. Kalender tanam terpadu disiapkan untuk dua periode sekaligus, yakni Oktober-Maret dan April-September.

Pertemuan koordinasi melibatkan dinas pertanian dari enam kabupaten se-Sulawesi Barat. Rapat berlangsung dua hari, Rabu hingga Kamis, dengan agenda utama menyelaraskan jadwal tanam antarwilayah.

Mengapa Kalender Tanam Harus Diselaraskan Antarwilayah

Menurut Masnawi, setiap kabupaten memiliki potensi ketersediaan air yang berbeda. Tanpa penyelarasan, petani di wilayah hilir berisiko kekurangan air saat musim tanam bersamaan.

"Kami menyelaraskan jadwal tanam untuk musim Oktober-Maret dan April-September sesuai potensi ketersediaan air setempat. Dengan pengaturan pola giliran tanam ini," kata Masnawi usai dialog bersama RRI Mamuju.

Pola giliran tanam dinilai menjadi solusi paling realistis di tengah keterbatasan air. Kendala yang selama ini muncul di lapangan bisa diatasi secara berjenjang, tidak menumpuk di satu periode saja.

Asesmen Saluran Irigasi Tanah Jadi Prioritas

Selain mengatur jadwal, DTPHP Sulbar bersama jajaran kabupaten melakukan asesmen ulang terhadap kondisi fisik saluran irigasi yang mengairi kawasan persawahan warga. Pemeriksaan menyasar saluran yang belum permanen atau belum berupa pasangan batu.

Saluran berbahan tanah kerap memicu kebocoran dan penyerapan air sebelum mencapai petak sawah paling ujung. Kondisi ini membuat lahan di bagian hilir tidak mendapat pasokan air yang cukup.

"Saluran irigasi yang masih berbahan tanah membuat air meresap di jalan sebelum sampai ke area sawah yang jauh. Asesmen ini menjadi acuan evaluasi kita agar distribusi air irigasi dapat menjangkau seluruh lahan pertanian," tegasnya.

Dampak bagi Petani di Enam Kabupaten

Hasil asesmen akan menjadi dasar evaluasi perbaikan saluran irigasi ke depan. Petani di wilayah yang salurannya masih tanah berpotensi mendapat prioritas penanganan.

DTPHP Sulbar belum merinci jumlah titik saluran yang diperiksa maupun kebutuhan anggaran perbaikan. Namun koordinasi lintas kabupaten disebut menjadi kunci agar distribusi air irigasi merata hingga lahan paling ujung.

Kalender tanam terpadu yang disusun dalam rapat dua hari itu akan menjadi acuan bersama bagi dinas pertanian di enam kabupaten se-Sulawesi Barat pada musim tanam mendatang.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top