MAMUJU — Kepala DiskominfoSS Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, menyebut program Agen Perlinsos lahir karena data kemiskinan saat ini diakui masih perlu perbaikan agar tepat sasaran. Lewat pola digitalisasi, pendataan dinilai lebih mudah dan efisien karena setiap warga bisa menjadi relawan atau agen untuk mendata warga sekitar yang layak dibantu.
Skema digitalisasi diluncurkan untuk membenahi sekaligus mengoptimalkan akurasi data kemiskinan. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran di lapangan.
"Program ini muncul karena data kemiskinan saat ini diakui masih perlu perbaikan agar tepat sasaran. Melalui pola digitalisasi, pendataan menjadi lebih mudah dan efisien karena setiap warga dapat menjadi relawan atau agen untuk mendata warga sekitar yang layak dibantu," kata Ridwan.
Ridwan menjelaskan, target penuntasan pendataan digitalisasi Perlinsos sepanjang tahun 2026 ditetapkan pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah arahan Gubernur Suhardi Duka telah mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulbar terdaftar sebagai Agen Perlinsos.
Langkah serupa didukung penuh jajaran Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri di seluruh daerah. Unsur pemerintah dan aparat menjadi tulang punggung percepatan pendataan di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, Ridwan mengimbau para insan pers serta masyarakat umum yang mahir menggunakan perangkat digital untuk ikut mendaftarkan warga yang membutuhkan bantuan. Peran warga dinilai krusial karena pendataan berbasis lingkungan memerlukan pengetahuan langsung soal kondisi tetangga.
Ridwan menegaskan proses pendaftaran agen tidak rumit. Tutorialnya sudah beredar di akun resmi Pemprov Sulbar sehingga warga bisa mengikuti langkah demi langkah tanpa kendala berarti.
"Cara mendaftarnya sangat gampang dan tutorialnya sudah beredar di akun resmi Pemprov Sulbar. Mari bersama-sama kita mendaftar jadi agen dan daftarkan warga, tetangga, atau kerabat kita yang memang layak menerima bantuan," tutupnya.
Pendataan digitalisasi Perlinsos menjadi kunci akurasi penyaluran bansos di Sulawesi Barat. Semakin banyak warga terlibat sebagai agen, semakin cepat data penerima manfaat diperbarui hingga tingkat RT dan dusun.