SULAWESI BARAT — Bagi yang berharap Samsung melakukan perombakan total pada lini tablet flagship terbarunya, bocoran yang beredar saat ini mungkin sedikit mengecewakan. Berdasarkan render yang beredar di jagat maya, Galaxy Tab S12+ dan Tab S12 Ultra hadir dengan bahasa desain yang nyaris identik dengan pendahulunya, Galaxy Tab S11 series. Ini adalah strategi yang sama sekali tidak mengejutkan—Apple pun melakukan hal serupa pada iPad Pro—namun tetap menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang menginginkan perangkat baru dengan tampilan yang terasa berbeda.
Bagian depan kedua tablet ini diprediksi masih membawa bingkai layar dengan ketebalan yang sama persis dengan generasi sebelumnya. Yang paling menarik, varian Ultra tetap mempertahankan poni atau notch di bagian atas layar.
Sebelumnya, sempat beredar spekulasi bahwa Samsung akan beralih ke desain kamera punch-hole yang lebih modern untuk model tertingginya. Bocoran terbaru ini mematahkan rumor tersebut. Samsung memilih untuk merawat desain notch tersebut, setidaknya hingga generasi berikutnya. Penyegaran visual hanya datang dari set wallpaper bawaan baru dengan gradasi warna biru dan ungu, serta dua pilihan warna bodi: Gray dan Silver.
Jika desain adalah soal selera, maka sektor dapur pacu adalah alasan paling logis untuk upgrade. Data pengujian Geekbench menunjukkan Galaxy Tab S12 Ultra akan ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500. Ini adalah langkah berani Samsung untuk varian flagship, yang sebelumnya lebih sering menggunakan chipset Snapdragon untuk pasar global.
Keputusan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, performa komputasi diprediksi naik signifikan. Namun, pertanyaan soal efisiensi daya dan kompatibilitas aplikasi dengan chipset MediaTek untuk kelas premium masih harus diuji lebih dalam.
Kapasitas baterai juga mendapat suntikan besar. Galaxy Tab S12+ dikabarkan akan dibekali baterai 10.600 mAh, sementara S12 Ultra naik ke angka 11.600 mAh. Peningkatan ini cukup penting, terutama untuk pengguna yang memakai tablet sebagai pengganti laptop untuk bekerja seharian.
Panel layar tidak banyak berubah. Galaxy Tab S12+ tetap menggunakan Dynamic AMOLED 2X 12,4 inci dengan refresh rate 120Hz, sedangkan S12 Ultra mempertahankan layar 14,6 inci yang lega. Ini bukan kabar buruk—panel AMOLED Samsung sudah menjadi standar emas di industri—hanya saja tidak ada peningkatan spesifikasi yang perlu dirayakan.
Nilai jual utama lainnya adalah komitmen pembaruan perangkat lunak. Samsung dikabarkan siap memberikan jaminan pembaruan sistem operasi Android dan patch keamanan hingga tujuh tahun penuh. Ini adalah poin krusial untuk pembaca yang membeli tablet sebagai investasi jangka panjang. Ditambah dengan S Pen yang masih disertakan di dalam kotak penjualan, nilai total yang ditawarkan tetap kompetitif.
Keputusan untuk membeli atau upgrade ke lini S12 ini bergantung pada ekspektasi Anda. Jika Anda sudah memiliki Galaxy Tab S11 series, peningkatan desain yang minim mungkin membuat upgrade terasa kurang menarik. Namun, jika prioritas utama adalah performa mentah, baterai lebih besar, dan jaminan software tujuh tahun, maka generasi ini adalah pilihan yang masuk akal.
Perlu diingat, semua informasi ini masih berstatus bocoran. Spesifikasi final bisa berubah saat peluncuran resmi yang diprediksi berlangsung pada September mendatang. Harga resmi untuk pasar Indonesia juga belum diumumkan, namun mengingat posisinya sebagai flagship, ekspektasi banderolnya akan berada di kisaran belasan juta rupiah—langsung bersaing dengan iPad Pro dan tablet premium lainnya.
Kami akan segera memberikan ulasan hands-on begitu unit resmi tersedia di Indonesia. Sampai saat itu tiba, pertimbangkan baik-baik: apakah Anda membeli untuk performa, atau untuk desain? Karena kali ini, Samsung hanya menawarkan satu di antaranya.