SULAWESI BARAT — Kenaikan harga 20 persen bukan satu-satunya kekhawatiran. Pertama, ketersediaan unit di hari pertama—periode pre order yang panjang (22 Juli-13 Agustus) biasanya berarti alokasi unit terbatas untuk varian warna tertentu. Warna eksklusif online seperti Pistachio dan Mint sering menjadi yang pertama habis.
Kedua, nilai trade-in Rp 19,75 juta hanya untuk perangkat dalam kondisi mulus—layar tanpa baret, baterai di atas 80 persen, dan kelengkapan dus. Jika perangkatmu sudah pernah servis atau ada retak halus, estimasi bisa turun drastis ke Rp 8-10 juta.
Ketiga, belum ada informasi soal garansi resmi untuk varian Ultra di Indonesia. Samsung biasanya memberikan garansi resmi 2 tahun untuk flagship, tapi konfirmasi langsung ke customer service sebelum membayar DP adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Kalau kamu pengguna Fold7 atau Fold6 dan mengincar Fold8 Ultra, kombinasi trade-in + diskon kartu kredit membuat harga efektifnya masuk akal—terutama jika kamu memang butuh layar 8 inci untuk kerja. Namun untuk pengguna baru yang tidak punya perangkat lama, kenaikan 20 persen terasa berat; menunggu 2-3 bulan setelah rilis biasanya harga bergerak turun 5-8 persen di marketplace.
Keputusan terbaik: hitung dulu nilai trade-in perangkatmu di situs resmi, lalu bandingkan total penghematan dengan selisih harga jika membeli setelah periode pre order berakhir. Jika selisihnya di bawah Rp 3 juta, tidak ada urgensi untuk buru-buru—kecuali kamu mengincar warna eksklusif online yang tidak akan dijual di gerai fisik.