Demam Anak 41 Derajat di Tengah Malam, Kapan Orang Tua Harus Langsung ke IGD?

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:25:01 WIB
Seorang ibu membawa anaknya yang demam 41 derajat Celsius ke IGD rumah sakit pada pukul 3 pagi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

SULAWESI BARAT — Menghadapi buah hati yang demam tinggi memang menjadi momen paling mencemaskan bagi orang tua, apalagi jika kejadiannya di tengah malam dan suhu tubuhnya tidak kunjung turun. Pengalaman Bunda Sandi baru-baru ini mungkin bisa menjadi gambaran nyata situasi darurat yang dialami banyak ibu. Anaknya mengalami demam hingga 41 derajat Celsius dan tidak mereda selama tiga hari, memaksanya untuk segera membawa Si Kecil ke unit gawat darurat (IGD) rumah sakit.

Kenapa Suhu 41 Derajat Celsius Termasuk Kondisi Darurat?

Demam sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk melawan infeksi virus atau bakteri. Namun, ada batasan yang tidak boleh dianggap remeh. Dokter Spesialis Anak dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Citra Raditha, Sp.A(K), menjelaskan bahwa orang tua perlu waspada ketika suhu tubuh anak mencapai 39 derajat Celsius atau lebih.

"Orang tua perlu waspada apabila suhu tubuh anak mencapai 39 derajat Celsius atau lebih, berlangsung selama berhari-hari," ungkap dr. Citra. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh anak sedang berjuang keras melawan infeksi yang mungkin sudah serius.

Pengalaman Bunda Sandi: Penanganan Cepat di IGD Saat Jam 3 Pagi

Kepanikan Bunda Sandi mencapai puncaknya saat termometer menunjukkan angka 41 derajat Celsius. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membawa anaknya ke IGD Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) sekitar pukul 3 pagi. Kekhawatirannya sedikit terobati karena tim medis langsung bergerak cepat.

"Saya datang ke IGD Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) diperiksa oleh dokter dan tenaga perawatnya. Untungnya di MHJS ada dokter spesialis anak yang standby 24 jam," tutur Bunda Sandi. Anaknya langsung menjalani pemeriksaan darah dan diberikan obat penurun panas.

Proses Cepat dari IGD Hingga Rawat Inap

Kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam kondisi gawat darurat. Bunda Sandi bersyukur karena proses administrasi dan medis berjalan sangat lancar. Setelah mendapatkan obat, anaknya disarankan untuk rawat inap agar kondisinya terus terpantau.

"Sangat cepat dari proses ditangani pertama, oleh perawat dan dokternya, diberi obat untuk menurunkan suhunya, dan disarankan untuk rawat inap. Sekitar kurang dari satu jam anak saya sudah mendapatkan kamar untuk rawat inapnya," kata Bunda Sandi menceritakan pengalamannya.

Fasilitas Pendukung Layanan Anak di Rumah Sakit

Ketersediaan dokter spesialis anak yang berjaga di rumah sakit selama 24 jam menjadi nilai penting, berbeda dengan sistem panggilan yang mengharuskan pasien menunggu dokter datang. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis penyakit dalam dan anestesi yang juga siaga untuk penanganan lanjutan jika dibutuhkan.

Selain itu, ruang IGD anak di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dirancang dengan nuansa animasi ramah anak. Hal ini bertujuan mengurangi rasa takut Si Kecil saat berada di lingkungan rumah sakit. Pelayanan tersebut juga telah mengacu pada standar akreditasi Joint Commission International (JCI) dengan fokus pada keselamatan pasien.

Tanda Bahaya Demam yang Wajib Diwaspadai Orang Tua

Tidak semua demam membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit. Namun, dr. Citra mengingatkan ada beberapa gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan. Jika anak mengalami kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, atau muntah berulang, sebaiknya segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Orang tua juga perlu waspada jika anak tampak sangat lemas hingga sulit makan dan minum. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi yang memperparah keadaan. "Bila gejala tersebut terjadi, segera bawa si kecil ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai," pesan dr. Citra.

Kisah Bunda Sandi mengajarkan bahwa kesigapan orang tua dalam mengenali kondisi darurat sangat menentukan keselamatan anak. Memiliki akses ke layanan kesehatan dengan dokter spesialis anak yang siaga 24 jam memberikan ketenangan tersendiri, terutama saat menghadapi situasi genting di luar jam kerja biasa.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top